Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Pembahasan kita kali ini yakni Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!. Ketika kita mengobrol mengenai bisnis properti, berarti berdiskusi mengenai aktivitas apa saja yang dikerjakan perihal properti itu dan siapa saja pelaku yang terlibat di dalamnya. Pelaku langsung dalam bisnis ini yakni pemilik properti, peminat (pembeli) properti, agen properti dan bank (kreditur). Status agen properti dan bank dalam hal ini adalah pihak ketiga yang menolong kelancaran aktivitas properti antara pemilik dan pembeli properti.

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Ada dua kegiatan pokok dalam bisnis ini adalah: jual beli dan sewa menyewa properti. Kedua-duanya tunduk pada ketentuan-ketentuan jual beli dan sewa menyewa. Secara yuridis ketidakhadiran agen dan bank / kreditur tak absolut karena tak selamanya jasa pihak ketiga ini diterapkan untuk setiap transaksi properti, tergantung situasi dan kondisinya.

Bila pemilik properti dapat mengerjakan sendiri cara kerja penjualan properti mulai dari dasar penghitungan harga, mekanisme pemasarannya, mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan hingga perundingan harga dan cara pembayaran dengan calon pembeli, karenanya jasa agen properti tak dibutuhkannya. Apalagi jikalau ia berharap menghemat dengan tidak mengalokasikan komisi untuk agen. Melainkan, pemilik ataupun pembeli yang sibuk apalagi jaringannya terbatas hampir pasti betul-betul membutuhkan jasa pihak ketiga dalam pengerjaan jual beli properti ini.

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Kali ini hanya akan dibahas apa saja yang perlu dan pun mesti diamati akan adanya agen properti dalam transaksi properti.

Hak agen properti (Exclusive Listing)

Dalam pemasaran properti via agen diketahui istilah exclusive listing. Exclusive listing yakni hak yang diberi pemilik properti terhadap agen properti yang dipercaya untuk memasarkan propertinya dalam kurun waktu tertentu (lazimnya tiga bulan). Via exclusive listing ini agen properti memberikan janji yang terang mengenai kurun waktu pemasaran dan komitmen servis yang diberi kepada pemilik properti. Dalam kaitan dengan hak ini, agen juga dituntut janjinya antara lain meliputi:

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

  1. Menghitung harga yang sepantasnya dengan mengamati dan mencatat segala kondisi properti sehingga mendapatkan sangkaan harga jual atau sewa.
  2. Menolong pengecekan dokumen dan akta penunjang keaslian properti.
  3. Membuat foto dan mencatat semua data properti untuk keperluan pemasaran dan promosi.
  4. Memberikan informasi secara teratur baik secara tertulis atau bahkan verbal mengenai perkembangan pemasaran properti.
  5. Memberikan kemudahan terhadap calon pembeli yang potensial semisal dengan memberikan kabar mengenai KPR.
  6. Menolong peralatan administrasi dalam transaksi jual-beli/sewa-menyewa di notaris/PPAT.

Pertimbangan-pertimbangan dalam memilih agen properti

Saat ini ada demikian itu banyak agen properti. Ada yang sudah sangat profesional dengan jaringan yang luas. Tapi, ada pula yang masih amatiran dengan jaringan yang benar-benar terbatas. Penting bagi pemilik properti untuk selektif dalam memilih agen sehingga kerja sama itu bisa saling menguntungkan. Ada sebagian unsur yang perlu menjadi pertimbangan pemilik atau peminat properti dalam mempertimbangkan agen properti, adalah:

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

  • Agen properti yang dipilih telah terdaftar dan berlisensi.
  • Memiliki prestasi yang baik dalam hal transaksi.
  • Mempunyai jaringan nasional dan internasional sehingga dapat mendapatkan pembeli yang potensial.
  • Kepastian akan dukungan penuh dari kantor agen. Dukungan yang dimaksud berupa kerjasama dengan lembaga peraturan, appraisal (regu independen yang memberi skor harga suatu properti yang bekerja sama dengan bank), periklanan, dan bank.
  • Profesionalitas agen. Agen yang dipilih benar-benar yakni agen yang profesional. Setidaknya memahami keperluan dan kemauan pemilik properti.
  • Adanya kenyamanan yang diberi agen melewati bukti dari prestasi yang sudah diraih dan jumlah transaksi yang pernah terjadi.

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Agen yang profesional harus mempunyai kemampuan dasar yaitu:

  • Mengetahui lingkungan/daerah yang dicari dan bisa menampakkan berjenis-jenis tipe fasilitas yang mungkin dibutuhkan.
  • Mempunyai akses info data listing yang up date tiap harinya.
  • Memiliki pengetahuan dalam mencari properti yang ideal.
  • Serta menolong penghitungan biaya koreksi properti yang akan dibeli seandainya properti yang dibeli itu yaitu property second.
  • Pengertiannya akan keperluan dan kepuasan dalam menjalankan transaksi.

Tugas agen properti dalam perjanjian jual beli di hadapan notaris

Tahap terakhir yang sepatutnya dilalui dalam transaksi jual-beli properti adalah menjalankan perjanjian jual beli di hadapan notaris. Pada tahap ini seorang agen dipinta untuk membantu kelancaran pelaksanaan penandatanganan perjanjian jual beli. Pada saat melaksanakan perjanjian jual-beli di hadapan notaris, agen memiliki tugas dan kewajibannya, antara lain:

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

  1. Melakukan penelusuran surat atau dokumen yang dimiliki pemilik. Ia mesti memastikan apakah ada keadaan sulit antara pemilik dengan pihak lain atau tidak.
  2. Mengkonfirmasi tanggal transaksi serta waktu dan daerah yang ideal dengan notaris.
  3. Menolong terlaksananya transaksi.
  4. Memeriksa peralatan dokumen yang diperlukan.
  5. Memastikan ragam pembayaran yang diterapkan dan siapa yang membayar tarif transaksi.
  6. Mengecek adanya pemberitahuan notaris mengenai besar tarif yang harus dibayar.
  7. Mengecek kuitansi untuk seluruh hal yang telah dibayar termasuk uang pertanda jadi, asuransi dan tarif-tarif lainnya.

Dokumen yang patut dibawa ke PPAT sebelum transaksi

Supaya tidak mengalami kerumitan dan kesulitan dalam penandatangan perjanjian jual-beli di hadapan PPAT/notaris, maka baik itu pihak pemilik properti ataupun pembeli properti patut mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dikala penandatanganan perjanjian jual-beli.

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

Dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan hal yang demikian meliputi:

  • Copy KTP suami dan istri bagi yang telah berkeluarga.
  • Copy surat nikah/surat cerai (apabila telah menikah/bercerai).
  • Sertifikat jual beli orisinil rumah/tanah terdahulu.
  • IMB asli,
  • Akta rumah dan tanah (HGB/SHM) autentik.
  • Site plan orisinil.
  • Denah rumah autentik (blue print).
  • Bukti pembayaran dan pelunasan autentik PBB 5 tahun terakhir.
  • Bukti pembayaran orisinil 3 bulan terakhir tagihan listrik, telepon, PAM dan bukti pembayaran iuran lingkungan/Warga.
  • Copy kartu keluarga (KK).

Sistem pembayaran melewati agen properti

Ada tata tertib tersendiri mengenai cara pembelian properti via agen. Namun hukum-undang-undang tersebut tak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketetapan peraturan yang berlaku. Untuk itu alangkah pantasnya pembeli (dan juga penjual) properti mengetahui mekanisme pembelian properti melewati agen. Mekanismeyang pokok dalam pembelian dan pembayaran melewati agen properti mencakup:

Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!

  1. Booking fee, lazimnya 1% dari harga rumah. Maksudnya untuk menghentikan sementara pemasaran rumah kepada calon pembeli lain. Biasanya booking fee dibayar ke nomor rekening kantor agen properti, bukan rekening pribadi agen properti. Pembeli mendapat surat keterangan/kuitansi setelah melaksanakan booking fee.
  2. Down payment (DP). DP umumnya 10% dari skor transaksi. Dikala pembayaran DP antara penjual dan pembeli dipertemukan untuk melakukan pengikatan jual-beli antara pemilik dan pembeli. Perjanjian pengikatan jual-beli ini biasanya dilaksanakan di kantor agen properti. Dalam perjanjian tersebut juga disepakati cara pelunasannya apakah lewat KPR atau uang tunai. Berikutnya transaksi tersebut dilakukan di hadapan notaris/PPAT sebagai bukti otentik dalam sebuah transaksi jual beli dan secara regulasi amat kuat sebagai alat bukti.

Sekian info seputar Paham Dokumen yang Hendaknya Dibawa ke PPAT Sebelum Sewa Menyewa? Mengapa Tidak!, semoga postingan ini bermanfaat buat kalian. Mohon postingan ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *